Rabu, 15 September 2021

Arsitektur Prosesor (2010-2015)

Prosesor (Processor) adalah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dengan fungsi melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Prosesor ini terletak atau berada pada motherboard / mainboard. Prosesor juga disebut “Microprocessor” dan bagian terpenting dari prosesor adalah:

  • Arithmetic Logical Unit (ALU): Melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program.
  • Control Unit (CU): Pengatur lalu lintas data seperti input.
  • Memory Unit (MU): Alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi.
  • Prosesor mengalami perkembangan dari generasi ke generasi. Saat ini terdapat banyak perusahaan yang bergerak dibidang komputer yang membuat prosesor, salah satu vendor raksasa computer yang membuat processor yaitu Intel.

Keunggulan Prosesor Intel
Secara umum prosesor intel memiliki keunggulan antara lain:
  • Temperatur pada Intel dapat diatur oleh prosesornya sendiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor terlalu panas.
  • Pipeline pada intel lebih panjang dibanding prosesor lain seperti AMD.
  • Intel menang di brand image dan marketnya.
  • Pada prosesor Intel Pentium 4 harga standard, kinerjanya lumanyan cepat. Beberapa uji coba performa ternyata prosesor intel lah yang kuat dalam hal apapun dibanding prosesor lain (AMD).
  • Prosesor Intel lebih kuat dari prosesor AMD pada aplikasi multimedia.

Kelemahan Prosesor Intel
Beberapa kelemahan prosesor intel antara lain:
  • Lemah untuk urusan grafis, gaming dan program 3D bila dibanding dengan AMD.
  • Untuk menggunakan prosesor Intel, kita harus mengeluarkan banyak biaya apalagi dengan performa tinggi yang dihasilkan oleh prosesor Intel yaitu Intel i7.

Kelemahan-kelemahan itu sebenarnya tidak terlalu berarti karena perbaikan performa yang dilakukan oleh Intel sudah sangat maju terutama dengan munculnya Core i7 dan Core i9. Kemampuan grafis, gaming dan 3D setelah di uji ternyata memiliki angka relatif.

INTEL CORE I3 (2010)


Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.

KELEBIHAN :
  • Core i3 memiliki 4 inti processor, yang artinya bisa mengerjakan 4 kerja komputer sekaligus karena dengan menggunakan Core i3 sama dengan menggunakan 4 komputer dalam satu mesin.
  • Memiliki teknologi Turbo Boost, untuk meningkatkan kerja komputer tanpa perlu menggunakan Over clock, dengan menggunakan Intel Core i3, penggunaan listrik jadi lebih hemat, karena Processor ini secara otomatis menggunakan watt yang lebih sedikit dibandingkan processor sebelumnya dan mengatur penggunaan energi untuk komputer sehingga lebih hemat listrik.

INTEL CORE I5 (2010)


Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156.

Dalam Core i5 ini ditanam fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.

Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.

KELEBIHAN :
  • Intel Hyper Threading: Memberikan user 4-way dan 8-way dalam pemrosesan multitask yang mengijinkan setiap core pada prosessor untuk bekerja pada 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. (Pada Core i3, i5 dan i7).
  • Intel Turbo Boost: Meningkatkan performa dengan meningkatkan frekuensi core sesuai dengan permintaan pemakai secara otomatis. (Core i5 dan i7).
  • Intel HD Graphics: Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan dengan Intel Graphics pada Core 2 Duo, Pada core-i grafiknya sudah jauh lebih bagus karena sudah HD. (Pada Core i3, i5 dan i7).

INTEL CORE I7 (2010)


Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.

KELEBIHAN :
  • Intel Hyper Threading: Memberikan user 4-way dan 8-way dalam pemrosesan multitask yang mengijinkan setiap core pada prosessor untuk bekerja pada 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. (Pada Core i3, i5 dan i7).
  • Intel Turbo Boost: Meningkatkan performa dengan meningkatkan frekuensi core sesuai dengan permintaan pemakai secara otomatis. (Core i5 dan i7).
  • Intel HD Graphics: Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan dengan Intel Graphics pada Core 2 Duo, Pada core-i grafiknya sudah jauh lebih bagus karena sudah HD. (Pada Core i3, i5 dan i7).

Sudah tiga tahun berlalu sejak Intel memperkenalkan platform kelas enthusiast mereka yang menggabungkan prosesor Intel Core i7 9xx dan motherboard chipset Intel X58. Platform ini memang bertahan cukup lama karena walaupun tidak memperkenalkan chipset terbaru selama tiga tahun, hanya di kelas inilah Intel merilis prosesor six-core mereka dengan codename Gulftown.


Kemudian Intel kembali memperkenalkan platform kelas enthusiast terbaru mereka yang dilengkapi prosesor dengan arsitektur terbaru, chipset model terbaru, dan tentu saja setumpuk feature dan teknologi terbaru lainnya. Mari kita lihat lebih jauh apa saja yang ditawarkan Intel untuk pengguna di platform kelas enthusiast terbaru mereka.

Arsitektur Sandy Bridge-E

Prosesor Intel Sandy Bridge-E menggunakan arsitektur prosesor teranyar yang dimiliki Intel yaitu Sandy Bridge. Arsitektur yang juga digunakan pada prosesor “Intel Core i” kelas mainstream seperti Core i7 2700K dan beberapa tipe turunannya.


Gambar di atas adalah wujud die prosesor Intel Sandy Bridge-E. Jika diperhatikan baik-baik, terdapat hal unik di gambar di atas. Prosesor Intel Sandy Bridge-E ternyata memiliki delapan buah core prosesor. Walaupun begitu, tipe prosesor Intel Sandy Bridge-E di kelas desktop hanya memiliki maksimal enam buah core prosesor. Untuk versi delapan core hanya tersedia di kelas server.

Sandy Bridge-E dibangun dengan menggunakan 2,27 miliar transistor. Intel menggunakan proses 32 nm untuk menempatkan keseluruhan transistor ke dalam die prosesor berukuran 435 mm2. Kotak besar di tengah die prosesor adalah L3 Cache dengan ukuran 15 MB. Untuk ukuran L1 Cache Data, L1 Cache Instruction, dan dan L2 Cache adalah 32 KB, 32 KB dan 256 KB untuk setiap core prosesor, sama seperti prosesor Intel Sandy Bridge kelas mainstream.

Di gambar die prosesor di atas, kita tidak menjumpai adanya unit GPU yang berarti prosesor Intel Sandy Bridge-E tidak memiliki graphics card terintegrasi, Intel HD Graphics. Ini berarti feature Intel Quick Sync yang berguna untuk mempercepat proses transcoding video absen di platform ini.

Berbeda dengan prosesor Intel six-core generasi sebelumnya ataupun prosesor Intel Sandy Bridge kelas mainstream, kontroler memori di Sandy Bridge-E kini mendukung konfigurasi quad-channel memory. Tipe memori yang didukung adalah DDR3 dengan kecepatan memori hingga 1600 MHz.

Selain peningkatan di kontroler memori, Intel pun melakukan peningkatan di kontroler PCI Express. PCI Exprees di prosesor Intel Sandy Bridge-E kini mendukung bandwidth sebesar 8 GT/s atau sesuai dengan spesifikasi PCI Express 3.0. Jumlah jalur PCI Express yang tersedia adalah sebanyak 40 buah. PCI Express 3.0 menawarkan bandwidth dua kali lipat lebih besar dibandingkan PCI Express 2.0.

Tipe Prosesor Sandy Bridge-E


Intel Core i7 3960X merupakan tipe teratas sekaligus tercepat dan diposisikan untuk menggantikan prosesor Intel six-core generasi sebelumnya, Core i7 980X dan Core i7 990X. Prosesor ini memiliki clock speed sebesar 3.3 GHz (Turbo: 3.9 GHz) dengan ukuran L3 Cache sebesar 15 MB.

Dibandingkan kedua tipe pertama yang merupakan prosesor six-core, Core i7 3820 merupakan prosesor quad-core. Prosesor ini memiliki clock speed sebesar 3.6 GHz (Turbo: 3.9 GHz) dengan ukuran L3 Cache sebesar 10 MB.




Gambar di atas merupakan kemasan prosesor Intel Sandy Bridge-E. Kemasan berwarna hitam digunakan untuk tipe Core i7 3960X.

Overclocking

Pada prosesor Intel Sandy Bridge kelas mainstream, meng-overclock prosesor menjadi hal yang hampir mustahil dilakukan. Menaikkan BCLK (Base Clock) sedikit saja dapat mengakibatkan clock komponen lain seperti PCIe dan SATA berubah yang mengakibatkan kerja komponen terganggu. Cara lain meng-overclock adalah dengan menaikkan multiplier prosesor namun cara ini hanya bisa dilakukan pada prosesor Intel seri “K”.

Pada prosesor Intel Sandy Bridge-E, Intel memberikan perubahan pada cara meng-overclock prosesor yaitu adanya pilihan untuk mengubah multiplier BCLK. Nilai dasar BCLK sebesar 100 MHz dapat dikalikan dengan multiplier BCLK dengan besaran 1.0x (100 MHz), 1.25x (125 MHz), 1.66x (166 MHz), atau bahkan 2.5x (250 MHz).

Selain itu prosesor Intel Sandy Bridge-E juga dilengkapi nilai multiplier yang tidak dikunci. Pada Core i7 3960X dan Core i7 3930K nilai multiplier maksimal adalah 57. Sedangkan pada Core i7 3820 nilai multiplier maksimal adalah sebesar 43.

Sumber: Internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar