Minggu, 09 Agustus 2015

Penciptaan Bahasa Buatan (Fonologi dan Morfologi)

A. Fonologi
Sebelum menciptakan sebuah bahasa, seorang conlanger harus menentukan fonem-fonem yang digunakan dalam bahasa ciptaannya. Fonem adalah kesatuan bunyi terkecil yang dapat membedakan arti suatu kata. Sebuah fonem bisa dilambangkan dalam sebagai satu huruf (monograph) seperti d, p, χ, ŗ, æ, ð, ø, dan ñ atau dua huruf (digraph) seperti sh, ch, th dalam bahasa fonem Inggris atau ng, ny dalam bahasa Indonesia. Sebaiknya menggunakan standarisasi fonem International Phonetic Alphabet atau Pinyin yang menggunakan lambang-lambang / huruf-huruf yang disepakati oleh seluruh dunia.


B. Kosakata (Vocabulary)

Ada dua metode pembuatan kosakata bahasa buatan :

1. Nonsistematik

Kosakata dibuat secara suka-suka sesuai kreasi penciptanya. Disebut Metode Kreasi dan bahasa buatan yang dihasilkan disebut bahasa a prori. Disarankan juga membuat bahasa buatan lainnya dan dibuat hubungan etimologis dengan kosakata bahasa buatan lain tersebut, secara vertikal dan horisontal
- vertikal : dengan kata lain yang mencakup pengertian dasar / entri-nya yang bisa diturunkan dari bentuk yang lebih kuno.
- horisontal : dengan kata lain dari bahasa buatan lain yang memiliki hubungan kekerabatan dengan bahasa buatan tersebut.

Contoh : Bahasa A berkerabat dengan bahasa B
Bahasa A :
rumah = SAHALAK < saha =" tinggal" lak =" pembentuk" rumah =" tempat" kematian =" MAGALAK" maga =" mati" kehidupan =" FANALAK" fana =" hidup" rumah =" PENEL" pen =" hidup" el =" pembentuk" rumah =" tempat" kematian =" MEZEL" mez =" mati" kehidupan =" IMEZEL" i =" tidak" mez =" mati">2. Sistematik

Kosakata dibuat menurut aturan tertentu yang dibuat penciptanya. Kosakata dapat dibentuk dari bahasa lain yang sudah ada (baik dari bahasa buatan maupun bahasa nonbuatan yang dikreasikan sedemikian rupa sehingga tidak menyerupai kosakata bahasa sumbernya. Disebut Metode Re-kreasi dan bahasa buatan yang dihasilkan disebut bahasa a posteriori


Terdapat empat cara : anagram, pembalikan (reversing), sandi (coding) dan rekonstruksi.


a. Anagram.

Model anagram diperoleh dengan menukar-nukarkan setiap fonem atau mengacaukan fonem bahasa sumber.
Contoh :
Kosakata ‘kami’
Kata-kata yang mungkin adalah : KIMA, KAIM, KIAM, AMIK, AKIM, AMIK, AKMI, MIKA, MAKI, MIAK, MAIK, IMAK, IMKA, IKAM, IKMA, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘kami’ = MAIK.

Kosakata ‘beli’
Kata-kata yang mungkin adalah : BILE, BIEL, BLIE, BLEI, BEIL, ELIB, EBIL, EBLI, ELBI, LIBE, LEBI, LIEB, LEIB, IBEL, ILEB, IBLE, ILBE, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘beli’ = ILBE.

Kosakata ‘rumah’
Kata-kata yang mungkin adalah : RAMUH, MURAH, MARUH, HURAM, HARUM, HAMUR, HUMAR, UMRAH, RAHUM, RUHAM, ARHUM, AMHUR, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘rumah’ = ARHUM.

Kosakata ‘besar’
Kata-kata yang mungkin adalah : BARES, BASER, BARSE, BASRE, BERAS, BEARS, ERABS, ERBAS, SEBAR, SERAB, SABER, SAREB, SARBE, SERBA, RESAB, RESBA, RASBE, RASEB, REBAS, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘rumah’ = ERBAS.

Maka dapat dibuat beberapa variasi kalimat yang mungkin untuk ‘kami membeli rumah besar’:
MAIK ILBE ARHUM ERBAS atau
ILBE-MAIK ERBAS-ARHUM, dsb


b. Pembalikan (reversing)

Diperoleh dari membalik urutan fonem kosakata bahasa sumber.
Ada dua cara :
(i) Pembalikan kata (word reversing)
Contoh :
rumah = HAMUR
kematian = NAITAMEK
(ii)Pembalikan suku kata (syllable reversing).
Contoh :
rumah = MAHRU / MARUH
kematian = KETIMAAN (bisa disederhanakan menjadi KETIMAN) / KEANTIMA (KANTIMA / KENTIMA) / ANTIMAKE / TIMAKEAN (TIMAKAN / TIMAKEN)

c. Sandi (coding)
Pembuatan kosakata dilakukan dengan menukarkan setiap fonem dengan aturan-aturan tertentu yang konstan.

Urutan alfabet maupun kebalikannya>
Terlebih dahulu, alfabet dibagi menjadi konsonan dan vokal.
Konsonan : B = C, C = D, D = F, F = G, G = H, …, Y = Z, Z = B.
atau kebalikannya :
Z = Y, Y = X, X = W, W = V, V = T, …, C = B, B = Z.
Vokal : A = E, E = I , I = O, O = U, U = A.
atau kebalikannya :
U = O, O = I, I = E, E = A, A = U.
Contoh : rumah = SANEJ (R = S, U = A, M = N, A = E, H = J)
lima = MONE (L = M, I = O, M = N, A = E)
rumah = QOLUG (R = Q, U = O, M = L, A = U, H = G)
lima = KELU (L = K, I = E, M = L, A = U)

Catatan :
- urutan boleh dimodifikasi menjadi lompat dua (B = D), atau lompat tiga (B = F)
- selain alphabet Latin, dapat pula digunakan uruta alphabet lan seperti Yunani, Cirilic, abjad Ibrani, Arab, aksara Jawa, dsb.

Beberapa sandi alphabet yang terkenal: 


a. Sandi DAGADU = MATAMU.
Menggunakan urutan aksara Jawa dengan metode sandi lompat lima.
Konsonan : H = P, N = Dh, C = J, R = Y, K = Ny ( dan sebaliknya: P = H, Dh = N, J = C, Y = R, Ny = K )
D = M, T = G, S = B, W = Th, L = Ng ( dan sebaliknya: M = D, G = T, B = S, Th = W, Ng= L )
Vokal : (tetap)
Maka : rumah = YUDAP (R = Y, M = D, H = P)
Jika urutan biasa :
Konsonan : H = N, N = C, C = R, R = K, K = D, D = T, T = S, S = W, W = L, L = P, P = Dh, Dh, J, J = Y, Y = Ny, Ny = M, M = G, G = B, B = Th, Th = Ng, Ng = H
Vokal :(tetap)
Maka : rumah = KUGAN (R = K, M = G, H = N)

b. Sandi ATBASh.
Manggunakan urutan abjad Ibrani dengan metode sandi lipat dua (lompat – balik)
(aleph) = T, B = Sh, G = R, D = Q, … , Q = D, R = G, S = B, T = (aleph)
Contoh : rumah = GUYAC (R = G, M = Y, H = Ts / disederhanakan menjadi C, T atau S)
putih = WUIC ( P = W, T = aleph – tidak ditulis, sebaiknya dihilangkan saja, H = C)

Kemiripan Bunyi
B = P, P = B F = V, V = F K = G, G = K D = T, T = D S = Z, Z = S C = J, J = C
L = R, R = L M = N, N = M Y = W, W = Y
H = (tidak ada)
Contoh : rumah = LUNA
pagi = BAKI
hitam = IDAN

Contoh Sandi Kemiripan Bunyi :
Hukum Korespondensi Fonemis (Pertukaran Bunyi)
Misalnya : Hukum Grimm pada bahasa-bahasa Indo-Eropa.
Lihat : http://www-personal.umich.edu/~clunis/wow/grimm/ dan http://en.wikipedia.org/wiki/Grimm's_law

Dengan memakai hukum Grimm, dapat diciptakan kosakata baru, misalnya yang mungkin untuk kata ‘pagi’ : PAGI, AGI (menurut Celtic) dan FAKI (menurut Germanic); ‘kota’ : KOTA, COTA, COThA (menurut Celtic), HOThA (menurut Germanic).


d. Rekonstruksi

Biasanya digunakan untuk menciptakan kembali kosakata bahasa kuno yang sudah punah, yang tidak memiliki peninggalan tertulis atau tidak diketahui secara lisan penuturannya. Tetapi bisa juga untuk menciptakan bahasa baru yang mengakomodasi bahasa-bahasa serumpun. Penciptaan kosakata dilakukan dengan membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang diduga merupakan turunan dari sebuah bahasa atau memiliki hubungan kekerabatan dan mencari persamaan bentuk dasar (stem) yang mungkin. Contoh bahasa hasil rekonstruksi adalah Proto Indo-European, Proto Germanic, Pan Celtic (Kelteag Nueadh), Aramaic Jesus (untuk film The Passion of Christ), Europaio (berdasarkan Proto Indo-European), Lingua Franca Nova (berdasarkan bahasa-bahasa Romance : Italia, Spanyol, Portugis, Prancis dan Catalan).

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar