Tampilkan postingan dengan label buatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2025

Aksara Kelangkai

Aksara buatan adalah sistem tulisan yang diciptakan secara sadar oleh manusia dengan aturan eksplisit untuk tujuan tertentu, bukan hasil evolusi alami bahasa. Aksara buatan bisa menjadi sistem besar atau kecil; yang membedakan bukan niat pencipta, tapi sejauh mana masyarakat menggunakannya. Ada yang digunakan skala nasional, lokal maupun yang sebatas eksperimental.


Untuk huruf² yang aku bikin emang eksperimen huruf per huruf.Kenapa aku buat ini, karena Indonesia punya banyak aksara yang dipakai buat menulis bahasa daerah masing². Aku mikir "Kenapa harus pakai huruf Latin? Kenapa aku ngga bikin satu aksara pemersatu aksara² di Indonesia? Bukankah bahasa Indonesia itu juga bahasa pemersatu?".Dari situlah aku mulai giat mengerjakan projek aksara Kelangkai ini.


Jadi gini gesss 😆, gua bikin aksara di tahun 2018 yang lalu dan tahun ini gua tinjau ulang.Nama aksaranya aksara "Kelangkai" (e dibaca ĂȘ). Ini gua desain khusus buat nulis bahasa Indonesia, sebagai pengganti huruf Latin. Jadi lu nulis "Tailan" đŸ‡č🇭 pun ga bakal keliatan aneh kalo pake aksara gua ini đŸ˜čBerikut wujud aksaranya beserta aturan level dasar (level pemula) cara bacanya:




 (26/01/2026)
Kenalin gesss aksara buatan saya sendiri. Namanya Aksara Kelangkai đŸŒŸđŸ„žAksara ini dirancang khusus buat nulis bahasa Indonesia đŸ‡źđŸ‡©Berikut wujudnya, demo penggunaannya, dan fitur² khasnya:




·Author
Panduan lengkap penulisan:





·Author
Huruf tambahan: xa/xĂȘ

·Author
Kelangkai dari kata "langkai" yang artinya "ramping". Namanya ngegambarin bentuk hurufnya yang langsing² 😁Dari SD emang suka bikin huruf² đŸ€Ł Cuma pas tahun 2018, pas masih SMA, tiba² pengen aja bikin huruf yang bentuknya tipis² 😅

"Thailand" diubah ejaannya jadi "Tailan". "Switzerland" jadi "Swis".Kalo pake huruf Latin, jadi keliatan aneh ya walaupun udah sesuai kaidah bahasa Indonesia đŸ‡źđŸ‡©Coba kita tulis pake aksara Kelangkai đŸŒŸ Kira² jadi kaya gini keliatannya: 😁 


Pendapat AI 

📌 Apa itu Aksara Kelangkai

Aksara Kelangkai disebut oleh kreator unggahan di Threads sebagai:

“Aksara buatan sendiri yang dirancang khusus untuk menulis bahasa Indonesia.”

👉 Artinya ini bukan aksara tradisional Nusantara atau aksara klasik dunia seperti Jawa, Bali, Lontara, dsb., tetapi sistem tulisan baru hasil kreasi individu.


🧠 Aksara buatan vs aksara tradisional

✅ Aksara buatan

  • Dirancang sengaja untuk tujuan tertentu (mis. estetika, sistem baru)

  • Tidak memiliki sejarah panjang penggunaan masyarakat

  • Contoh terkenal lain yang besar: Hangul (dirancang oleh Raja Sejong)
    → ini akhirnya diterima luas oleh masyarakat Korea sejak abad ke-15.

Jenis seperti Aksara Kelangkai biasanya termasuk aksara buatan yang masih sangat sempit (komunitas kecil / pribadi) karena penciptanya belum menyusun sistem standar, Unicode, atau adopsi luas.


📝 Ciri umum yang mungkin dimiliki Aksara Kelangkai

Berdasarkan deskripsi kreator, kemungkinan besar aksara ini punya karakteristik berikut:
✔ dirancang khusus, tidak sejarah turun temurun
✔ fokus untuk Bahasa Indonesia
✔ bisa punya bentuk huruf, aturan bilabial/vokal sendiri
✔ masih baru / belum diakui secara formal oleh standar Unicode atau lembaga linguistik

Ini konsisten dengan definisi aksara buatan yang dimaksud—suatu sistem tanda grafis yang dirancang oleh individu atau kelompok, bukan berkembang dari tradisi sejarah.


🧠 Simpulan

📌 Aksara Kelangkai adalah aksara buatan modern, bukan aksara klasik dengan warisan sejarah.
📌 Ia baru diperkenalkan lewat media sosial dan masih sangat terbatas penggunaannya.
📌 Untuk menjadi aksara yang “berfungsi luas”, perlu pengembangan lebih lanjut (aturan, adopsi, dukungan teknis).

Kreatif banget yah.... 
Makin seru nih kalau dimasukin ke Omniglot...


Sumber: https://www.threads.com/@f.ssyi

Minggu, 09 Agustus 2015

Menciptakan Bahasa Buatan melalui Sandi DaGaDu



Kalau sudah pernah ke Jogja, pasti kita udah tau apa itu DaGaDu. Sebenarnya DaGaDu lebih dari sekadar merk kaos atau nama pabriknya tetapi ada sebuah misteri dibalik kata ‘DaGaDu’.

Menurut sejarah, semuanya berawal dari bahasa sandi para preman dan kaum bromocorah Yogyakarta di Beringharjo, ShoppingCenter, Bausasran, dan daerah ‘favorit’ lainnya. Mereka menciptakan dialog yang tidak dimengerti sembarang orang kecuali komunitas gelap mereka untuk memperlancar operasi jahat. Tetapi terbukti bahwa faktor intelegensia menentukan kerahasiaan terminologi bahasa yang mereka pakai akhirnya bocor diketahui umum.
(sumber : http://kopilova.blogspot.com/2007/04/dear-mister-langdon-viva-cryptology.html).

Bagi masyarakat Jogja, kata DaGaDu sudah ada sejak beberapa dasawarsa lalu dikenal sebagai umpatan: matamu (!). Inilah bahasa walikan, bahasa slang orang Jogja yang disusun dengan cara membalik empat baris huruf Jawa. Permainan sandi dalam bahasa walikan ini dilakukan dengan cara menukar empat baris pertama dengan baris ketiga, baris kedua dengan baris keempat dan begitu pula sebaliknya. Kata berbahasa Indonesia dipenggal berdasarkan suku katanya, kemudian dipasangkan berdasarkan urutan baris huruf Jawa tersebut, tanpa perlu mengubah huruf vokalnya. Kata Da-Ga-Du menjadi mudah dipahami. Da pada baris kedua dibaca Ma yang ada pada baris keempat. Ga pada garis keempat dibaca Ta di baris kedua, dan Du (Da) berpasangan dengan Ma (Mu). Jadi Da-Ga-Du berarti Ma-Ta-Mu.
(sumber : http://www.dagadu.co.id/misc.php?open=ptadd)

Pola sandi DaGaDu dibuat berdasarkan urutan pada aksa Jawa (HaNaCaRaKa). Kuncinya terletak pada penggantian/ penukaran masing-masing konsonan pada baris pertama dan kedua (H-N-C-R-K; D-T-S-W-L) dengan konsonan-konsonan baris ketiga dan keempat (P-Dh-J-Y-Ny; M-G-B-Th-Ng) dan sebaliknya, sedangkan vokal tidak disandikan.

Contoh :
Dagadu deyap.
Matamu merah.

Yudapnyu sebay.
Rumahku besar.

Pai, Saru, bengadag bial! Aha nyasay?
Hai, Bayu, selamat siang! Apa kabar?

Anyu gimany bunya danyadh yogi madh didhud bubu.
Aku tidak suka makan roti dan minum susu.

Payi idhi hajaynyu heyti nye Bedayal, sebony nye Canyayga.
Hari ini pacarku pergi ke Semarang, besok ke Jakarta

Huythomami nyogadhe, bil mami oya kagadhe.
Purwodadi kotane, sing dadi ora nyatane.

Syigdher Bheayb madh Damodhdha heydhap seyjiudadh.
Britney Spears dan Madonna pernah berciuman.

Ngibgedh go rouy peayg, bheany rouy didhm!
Listen to your heart, speak your mind!

Bagu migadsap bagu bada meladh mua, mua migadsap mua bada meladh ed-hag.
Satu ditambah satu sama dengan dua, dua ditambah dua sama dengan empat.

Idhmodhebia Gadhap Aiynyu, tedap yihap ngop cidhathi.
Indonesia Tanah Airku, gemah ripah loh jinawi

Dhada bara Nyyibgiradha Payr Thaprumi.
Nama saya Kristiyana Hary Wahyudi

Midhab Heyidhmubgyiadh Heymataladh madh Heygadsaladh Nyasuhagedh Tyosotadh Hyohidhbi Catha Gelap.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah.

Sodhcouy eg Siedhthedhu, Debbieuyb eg Debmadeb.
Bonjour et Bienvenu, Messieurs et Mesdames.

Ayb Ngola Thiga Syethib, Dedhb Badha Idh Joyhoye Badho.
Ars Longa Vita Brevis, Mens Sana In Corpore Sano.


Menerjemahkan teks dengan sandi DaGaDu (dengan beberapa penyesuaian fonem / huruf)
Contoh : syair bahasa Quenya :
RÍANNA
by Vicente Velasco (Tatyandacil)
Namårië, Ríanna vanima, Heriméla!
Antanelyë men melmë ar alassë,
ar renuvammet oialë.
Namårië, Ríanna vanima, Ardalótë!
Coacalinalya firnĂ« ve lĂ­cuma sĂșrinen,
nĂł melmemma len Ășva firĂ« indommassen.
Namårië, Ríanna vanima, Indotåri!
SĂ­ wila NĂșmenna rĂĄmainen lauriĂ«,
ar nai fëalya seruva oialmaressë.

Bahasa A : DaGaDu version of Quenya (mirip bahasa Tamil, ya? - ):
Dhadayie, Yiadhdha thadhida, Heyidenga!
Adhgadhengre dedh dengde ay angabbe
ay yedhuthaddeg oiange.
Dhadayie, Yiadhdha thadhida, Aymangoge!
Joajangidhangra hiydhe the ngijuda buyidhedh,
dho dengdedda ngedh utha hiye idhmoddabbedh.
Dhadayie, Yiadhdha thadhida, idhmogayi!
Bi thinga Dhudedhdha yaidadhedh ngauyie
ay dhai heangra beyutha oiangdayebbe.

Translation in English by Helge K. Fauskanger:
Farewell, beautiful Princess, loving lady!
You gave us love and joy,
and we will remember them forever.
Farewell, beautiful Princess, Flower of the Realm!
The light of your house died like a candle in the wind,
but our love for you will not die in our hearts.
Farewell, beautiful Princess, Queen of Hearts!
Now fly into the West on golden wings,
and may your soul rest in eternal bliss.


Bahasa B : DaGaDu version of English (bahasa Korea apa bahasa planet nih? - ):
Hayethengng, seaugihungng Hyidhjebb, ngothil ngamr!
rou tathe ub ngothe adhm cor,
adhm the thingng yededseng wed hoyethey.
Hayethengng, seaugihungng Hyidhjebb, Hngothey oh we Yeangd!
We ngitpg oh rouy poube miem nginye a jadhmnge idh we thidhm,
sug ouy ngothe hoy rou thingng dhog mie idh ouy peaygb.
Hayethengng, seaugihungng Hyidhjebb, Nyueedh oh Peaygb!
Dhoth hngr idhgo we Thebg odh tongmedh thilb,
adhm dar rouy boung yebg idh egeydhang sngibb.



Translation in Bahasa Indonesia by dejongstebroer:
Selamat tinggal, Putri cantik, wanita pujaan!
Kau memberi kami cinta dan kegembiraan,
dan kami akan mengingatnya untuk selamanya.
Selamat tinggal, Putri cantik, Bunga Negeri!
Cahaya rumahmu padam seperti lilin tertiup angin,
Tetapi cinta kami untukmu tidak akan mati di hati kami.
Selamat tinggal, Putri cantik, Ratu Hati!
Sekarang terbanglah ke Barat dengan sayap emas,
dan semoga jiwamu beristirahat dalam kebahagiaan abadi.


Bahasa C : DaGaDu version of Bahasa Indonesia (bahasa planet mana lagi tuh? - ):

Bengadag giltang, Hugyi jadhginy, thadhiga hucaadh!
Nyau dedseyi nyadi jidhga madh nyetedsiyaadh,
madh nyadi anyadh delilagka udhguny bengadaka.
Bengadag giltang, Hugyi jadhginy, Sula Dheteyi!
Japara deyapdu hamad beheygi ngingidh geygiuh alidh,
gegahi jidhga nyadi udhgunydu gimany anyadh dagi mi pagi nyadi.
Bengadag giltang, Hugyi jadhginy, Yagu Pagi!
Benyayal geysalngap nye Sayag meladh barah edab,
madh bedota cithadu seyibgiyapag mangad nyesapatiaadh asami.



Dengan menerjemahkan beberapa bahasa dengan satu sandi saja bisa tercipta beberapa bahasa buatan (conlang) seperti contoh di atas kita dapat menghasilkan tiga bahasa sekaligus (bahasa A, B dan C) dari tiga bahasa yang berbeda dengan hanya menggunakan sandi DaGaDu. Bagaimana hasilnya jika menggunakan lebih dari satu sandi, seperti misalnya sandi DaGaDu dengan sandi ATBaSh?

Karena aslinya sandi DaGaDu hanya dibuat khusus untuk Bahasa Jawa, tetapi teman-teman bisa menggunakannya untuk bahasa lain dengan catatan fonem-fonem (huruf-huruf)-nya bersesuaian atau dapat disesuaikan dengan Aksara Jawa, misalnya fonem F bisa diganti P sehingga F dan P sama-sama disandikan menjadi H, fonem V disamakan dengan W dan disandikan menjadi Th, Q disesuaikan dengan K sehingga disandikan menjadi Ny, dan sebagainya.

Nah, sekarang bisa sendiri kan? Dengan begini kita bisa menciptakan bahasa sendiri seperti eyang JRR Tolkien. Gak perlu susah-susah deh nyiptain vocabulary sendiri! Coba buat kalimat dalam ”Bahasa DaGaDu” dan berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dan kirimin saya hasilnya!


Sumber :