Tampilkan postingan dengan label kritik teks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kritik teks. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Desember 2025

Diskusi Akademik: PB Yunani

 Ringkasan Diskusi Akademik: Perjanjian Baru Yunani (PB Yunani)

Tulisan ini merupakan ringkasan akademik terstruktur mengenai teks Yunani Perjanjian Baru, mencakup sejarah transmisi teks, varian tekstual utama, perbandingan edisi-edisi kritis, serta rekomendasi teks yang paling proporsional untuk pembelajaran mandiri. Pendekatan yang digunakan adalah filologi dan kritik teks, bukan polemik teologis.


Ending of Luke and Beginning of John in Codex Vaticanus, manuscript of New Testament written on vellum in elegant uncial letters (Wikipedia)


1. Mengapa PB Yunani Memiliki Banyak Versi?


Perjanjian Baru tidak pernah diturunkan sebagai satu buku final. Ia:

  • Ditulis pada abad 1 M

  • Disalin secara manual selama ±1.500 tahun

  • Disalin di banyak wilayah (Mesir, Siria, Asia Kecil, Roma, dll)

Akibatnya, muncul varian teks (perbedaan ejaan, urutan kata, hingga tambahan atau pengurangan kalimat). Ini adalah fenomena normal dalam filologi teks kuno, bukan keunikan Alkitab saja.

Penting: varian teks ≠ perubahan doktrin. Hampir semua varian bersifat minor.


2. Lima Tradisi / Edisi Besar PB Yunani

Dalam diskusi ini, digunakan lima representasi besar teks PB Yunani:

  1. Textus Receptus (TR) – berbasis manuskrip Byzantine akhir; dipakai KJV

  2. Byzantine / Majority Text (BYZ) – mewakili tradisi gereja Timur

  3. Westcott–Hort (WH) – fondasi kritik teks modern

  4. Tischendorf (TIS) – berbasis manuskrip Alexandrian awal

  5. Nestle–Aland 28 (NA28) – standar akademik modern

Tidak satu pun dari kelima ini adalah "wahyu final"; masing-masing adalah hasil keputusan editorial.


3. Ayat-Ayat yang Benar-Benar Diperdebatkan

Dari ±138.000 varian, yang substansial jumlahnya sangat sedikit. Ayat-ayat utama yang benar-benar diperdebatkan antara edisi-edisi besar antara lain:

A. Bagian Panjang / Struktural

  • Markus 16:9–20 (penutup Injil Markus)

  • Yohanes 7:53 – 8:11 (perempuan yang berzinah)

  • 1 Yohanes 5:7 (Comma Johanneum)

B. Ayat Pendek yang Sering Disebut “Hilang”

  • Matius 17:21

  • Matius 18:11

  • Markus 7:16

  • Yohanes 5:4

  • Kisah 8:37

  • Kisah 15:34

  • Roma 16:24

Mayoritas ayat ini berasal dari tradisi liturgi atau penjelasan pinggir (glosa) yang kemudian masuk ke teks.


4. Perbandingan 5 Teks: Apakah Ada Ayat yang Selalu Berbeda?

Kesimpulan tegas:

Tidak ada satu ayat pun yang berbeda di semua lima teks sekaligus.

Pola yang ada selalu:

  • 3 vs 2

  • 4 vs 1

  • atau 2 vs 3

Contoh ekstrem:

  • 1 Yohanes 5:7 → hanya ada di TR

  • Kisah 8:37 → hanya kuat di TR

Namun ini bukan “kacau total”, melainkan perbedaan terlokalisasi.


5. Tentang NA28 dan “Ayat yang Tidak Ada di Catatan Kaki”

NA28 sering dianggap “kejam” karena:

  • Ayat yang dinilai sepenuhnya sekunder langsung dikeluarkan

  • Tidak selalu dicantumkan di apparatus

Ini bukan penyembunyian, tetapi keputusan metodologis. Penjelasan lengkapnya tersedia di:

  • UBS5

  • Textual Commentary (Bruce Metzger)

  • Editio Critica Maior (ECM)

NA28 adalah meja bedah filologi, bukan Alkitab untuk pembacaan rohani.


6. Mengapa Gereja Timur Tidak Panik?

Karena paradigma mereka berbeda:

  • Otoritas = Kitab Suci + Tradisi Hidup

  • Injil dibaca dalam liturgi, bukan hanya sebagai teks cetak

Akibatnya:

  • Markus 16 dan Yohanes 8 tetap dibaca

  • Varian teks tidak dianggap ancaman iman

Bagi gereja Timur:

“Manuskrip adalah saksi, bukan hakim.”


7. Versi Yunani Paling “Aman & Jujur” untuk Belajar Mandiri

✅ Rekomendasi Utama: SBL Greek New Testament (SBLGNT)

Alasan:

  • Tidak ekstrem kritis seperti NA28

  • Tidak ekstrem tradisional seperti TR

  • Disusun dengan membandingkan beberapa tradisi besar

  • Gratis dan transparan

SBLGNT adalah teks tengah yang jujur untuk belajar PB Yunani tanpa agenda tersembunyi.

Pendamping yang Disarankan:

  • Byzantine / Majority Text → untuk melihat teks gerejawi

  • TR → untuk memahami sejarah Reformasi


8. Kesimpulan Akhir

  • PB Yunani memiliki sejarah teks yang kompleks, tapi tidak kacau

  • Varian besar jumlahnya sedikit dan terlokalisasi

  • Tidak ada doktrin inti yang bergantung pada satu ayat bermasalah

  • Kritik teks adalah alat ilmiah, bukan pembatalan iman

  • Belajar PB Yunani tidak harus dimulai dari NA28


Penutup:
Diskusi tentang PB Yunani seharusnya ditempatkan di ranah filologi dan sejarah teks, bukan dijadikan senjata debat iman. Semakin banyak varian justru menunjukkan keterbukaan tradisi penyalinan, bukan konspirasi tunggal.


(Ringkasan ini bebas digunakan untuk blog, catatan studi, atau diskusi akademik ringan.)


9. Tabel Perbandingan Ayat-Ayat Kontroversial (5 Teks PB Yunani)


9.1 Bagian Panjang / Struktural

AyatTRByzantineWestcott–HortTischendorfNA28
Markus 16:9–20¹AdaAdaTidak adaTidak adaDipisah / ditandai
Yohanes 7:53–8:11²AdaAdaTidak adaTidak adaBracket
1 Yohanes 5:7³AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak ada


9.2 Ayat Pendek yang Sering Disebut “Hilang”

AyatTRByzantineWHTISNA28Keterangan
Matius 17:21⁴AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak adaLiturgi puasa
Matius 18:11⁵AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak adaHarmonisasi Luk 19:10
Markus 7:16⁶AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak adaDuplikasi struktur
Yohanes 5:4⁷AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak adaGlosa penjelasan
Kisah 8:37⁸AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak adaPengakuan baptisan
Roma 16:24⁹AdaTidak adaTidak adaTidak adaTidak adaDoa penutup


9.3 Varian Internal (Bukan Ayat Hilang)

AyatVarianCatatan
Markus 1:1¹⁰“Anak Allah”Varian tua vs tua
Lukas 22:43–44¹¹Malaikat & keringat darahTradisi awal bercabang
Lukas 23:34a¹²Doa pengampunanTradisi liturgis awal

10. Klarifikasi Penting: Tidak Ada Ayat yang Berbeda di Semua Teks

Hasil perbandingan menunjukkan:

  • Tidak ada satu ayat pun yang berbeda total di kelima teks

  • Selalu ada kelompok teks yang sepakat

  • Varian ekstrem hanya muncul pada satu tradisi tertentu (terutama TR)

Ini menegaskan bahwa teks PB Yunani stabil secara umum, meskipun tidak seragam mutlak.


11. Catatan Kaki Akademik (Per Ayat)

  1. Markus 16:9–20 — Lihat Codex Sinaiticus (ℵ) dan Codex Vaticanus (B); Metzger, Textual Commentary, hlm. 102–106.

  2. Yohanes 7:53–8:11 — Tidak terdapat dalam papirus awal (𝔓66, 𝔓75); Aland & Aland, The Text of the New Testament, hlm. 232–234.

  3. 1 Yohanes 5:7 — Comma Johanneum; tidak ditemukan dalam manuskrip Yunani sebelum abad ke-14; Metzger, hlm. 647–649.

  4. Matius 17:21 — Tidak terdapat dalam ℵ, B, D; kemungkinan berasal dari praktik asketik awal.

  5. Matius 18:11 — Harmonisasi dengan Lukas 19:10; tidak ada dalam manuskrip Alexandrian awal.

  6. Markus 7:16 — Pengulangan formula pendengaran; kemungkinan tambahan liturgis.

  7. Yohanes 5:4 — Glosa penjelasan terhadap ayat 7; tidak terdapat dalam 𝔓66 dan 𝔓75.

  8. Kisah 8:37 — Formula pengakuan iman baptisan; absen dalam papirus awal Kisah Para Rasul.

  9. Roma 16:24 — Doa penutup ganda; variasi akhir surat Paulus umum ditemukan.

  10. Markus 1:1 — Varian “υἱοῦ θεοῦ”; terbagi antara tradisi Alexandrian dan Byzantine.

  11. Lukas 22:43–44 — Varian tua dengan sebaran geografis luas; status tekstual diperdebatkan.

  12. Lukas 23:34a — Tidak terdapat dalam 𝔓75 dan B; dikutip luas dalam tradisi patristik.


12. Sumber Data & Referensi Utama

12.1 Teks Yunani & PDF Gratis

12.2 Literatur Kritik Teks

  • Metzger, Bruce M., A Textual Commentary on the Greek New Testament

  • Aland, Kurt & Barbara, The Text of the New Testament

  • Parker, D. C., An Introduction to the New Testament Manuscripts


13. Kesaksian Bapa Gereja Awal tentang Variasi Teks

13.1 Origenes (†254)

Origenes secara eksplisit menyadari keberadaan variasi teks dalam manuskrip PB. Dalam Commentary on Matthew (XV.14), ia menulis bahwa:

"Perbedaan-perbedaan dalam salinan Injil telah menjadi besar, baik karena kelalaian penyalin maupun karena keberanian mereka yang menambahkan atau mengurangi apa yang mereka anggap perlu."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kesadaran kritik teks sudah ada sejak abad ke-3, jauh sebelum edisi modern seperti NA28.

13.2 Hieronimus / Jerome (†420)

Dalam suratnya kepada Paus Damasus (preface Injil Vulgata), Jerome menyatakan:

"Hampir sebanyak jumlah naskah, sebanyak itu pula variasi bacaan yang ada."

Jerome tidak memandang variasi ini sebagai ancaman iman, melainkan sebagai tantangan filologis yang harus diselesaikan dengan kembali ke manuskrip Yunani tertua.

13.3 Yohanes Krisostomus / John Chrysostom (†407)

Krisostomus, meskipun jarang membahas varian secara eksplisit, secara praktis mencerminkan tradisi teks Bizantium dalam khotbah-khotbahnya. Fakta bahwa ia tetap menekankan doktrin utama tanpa ketergantungan pada ayat-ayat kontroversial menunjukkan bahwa:

  • Teologi gereja tidak bergantung pada satu varian tunggal

  • Variasi teks tidak dianggap merusak pewartaan Injil


14. Tabel Super-Detail: Perbandingan TR vs NA28 (Per Kata)

Contoh Kasus 1: 1 Yohanes 5:7–8

PosisiTextus ReceptusNA28Catatan Tekstual
Frasa tambahanἐν τῷ οὐρανῷ, ὁ πατήρ, ὁ λόγος, καὶ τὸ ἅγιον πνεῦμα—Tidak ada dalam manuskrip Yunani awal
Klausa utamaκαὶ οὗτοι οἱ τρεῖς ἕν εἰσινκαὶ οἱ τρεῖς εἰς τὸ ἕν εἰσινPenyesuaian sintaks

Contoh Kasus 2: Kisah Para Rasul 8:37

PosisiTRNA28Catatan
Pengakuan imanπιστεύω τὸν υἱὸν τοῦ θεοῦ εἶναι τὸν Ἰησοῦν Χριστόν—Formula baptisan liturgis

Contoh Kasus 3: Markus 1:1

KataTRNA28Implikasi
Identitasυἱοῦ θεοῦυἱοῦ θεοῦ*Tanda varian kritis

*Keterangan: tanda * menunjukkan varian dengan dukungan manuskrip tua yang terbelah.


15. Tabel Lengkap Ayat-Ayat Kontroversial: TR vs NA28 (PB Yunani)

Bagian ini menyajikan tabel perbandingan langsung Textus Receptus (TR) dan NA28 untuk ayat-ayat yang secara konsisten dibahas dalam literatur kritik teks. Tabel difokuskan pada perbedaan kata/frasa, bukan terjemahan.

15.1 Injil Markus

Markus 1:1

SegmenTRNA28Catatan
Identitasυἱοῦ θεοῦυἱοῦ θεοῦ*Varian tua terbagi (ℵ*, B vs mayoritas)

Markus 7:16

SegmenTRNA28Catatan
Ayatὁ ἔχων ὦτα ἀκούειν ἀκουέτω—Duplikasi formula liturgis

Markus 9:44 / 9:46

SegmenTRNA28Catatan
Refrainὅπου ὁ σκώληξ…—Pengulangan dari ay. 48

Markus 16:9–20

SegmenTRNA28Catatan
Akhir panjangAdaDitandai / dipisahTidak dalam ℵ, B

15.2 Injil Matius

Matius 6:13

SegmenTRNA28Catatan
Doksologiὅτι σοῦ ἐστιν ἡ βασιλεία…—Liturgi doa awal

Matius 17:21

SegmenTRNA28Catatan
Ayatτοῦτο τὸ γένος…—Tradisi asketik

Matius 18:11

SegmenTRNA28Catatan
Ayatἦλθεν γὰρ ὁ υἱὸς…—Harmonisasi Luk 19:10

15.3 Injil Lukas

Lukas 22:43–44

SegmenTRNA28Catatan
Malaikat & keringat darahAdaBracketTradisi awal bercabang

Lukas 23:34a

SegmenTRNA28Catatan
Doa pengampunanAdaBracketDukungan patristik kuat

15.4 Injil Yohanes

Yohanes 5:4

SegmenTRNA28Catatan
MalaikatAda—Glosa penjelasan

Yohanes 7:53–8:11

SegmenTRNA28Catatan
PerikopAdaBracketTradisi berpindah lokasi

15.5 Kisah Para Rasul

Kisah 8:37

SegmenTRNA28Catatan
Pengakuan imanAda—Formula baptisan

Kisah 15:34

SegmenTRNA28Catatan
AyatAda—Harmonisasi naratif

15.6 Surat-Surat Paulus

Roma 16:24

SegmenTRNA28Catatan
Doa penutupAda—Variasi akhir surat

1 Korintus 14:34–35

SegmenTRNA28Catatan
Posisi ayatTetapTetap*Varian posisi dalam D, F, G

15.7 Surat Umum

1 Yohanes 5:7–8

SegmenTRNA28Catatan
Comma JohanneumAda—Tidak ada Yunani awal

16. Catatan Metodologis

  1. Daftar ini mencakup ayat yang berulang kali muncul dalam diskusi akademik standar.

  2. Tidak semua varian bersifat teologis; mayoritas adalah liturgis, harmonisasi, atau penjelasan marginal.

  3. Tidak ada satu pun doktrin inti Kristen yang bergantung secara eksklusif pada ayat-ayat yang diperdebatkan.


17. Kesimpulan Akademik Akhir

Dari keseluruhan data—baik manuskrip, tabel perbandingan, maupun kesaksian Bapa Gereja—dapat disimpulkan bahwa:

  1. Variasi teks PB Yunani diakui sejak era gereja awal

  2. Tidak ada doktrin utama Kristen yang bergantung pada satu varian bermasalah

  3. NA28 merepresentasikan pendekatan kritis-modern, sementara TR mencerminkan tradisi liturgis Barat

  4. Untuk studi mandiri yang jujur dan bertanggung jawab, kombinasi SBLGNT + NA28 dengan kesadaran historis adalah pendekatan paling aman

Artikel ini menegaskan bahwa kritik teks bukanlah alat dekonstruksi iman, melainkan sarana memahami sejarah teks secara dewasa dan ilmiah.

Semakin dalam mempelajari PB Yunani, semakin jelas bahwa kritik teks bukan ancaman iman, melainkan alat untuk memahami bagaimana teks ini hidup, disalin, dibaca, dan dipelihara selama dua milenium.

Perbedaan teks tidak menunjuk pada kekacauan, melainkan pada jejak sejarah manusia di sekitar teks suci.

Selasa, 18 Maret 2025

Ayat Bibel yang disisihkan

***

Perjanjian Baru (New Testament) dalam bahasa Yunani, yang dikenal juga sebagai Novum Testamentum Graece, adalah koleksi 27 kitab Kristen yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Kitab-kitab ini membentuk bagian utama kedua dari Alkitab Kristen dan menjadi dasar terjemahan dan studi Alkitab modern.

Perjanjian Baru, yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine, memiliki beberapa jenis teks atau naskah yang berbeda. Teks-teks ini dapat diklasifikasikan berdasarkan gaya penulisannya (misalnya, naskah uncial atau minuscule), bahan yang digunakan (misalnya, papirus atau perkamen), dan wilayah geografis asal naskah (misalnya, Aleksandria atau Bizantium). Ada pula teks yang lebih dikenal sebagai "Textus Receptus" yang menjadi dasar bagi banyak terjemahan Alkitab di masa lalu.

***

Perjanjian Baru Yunani-Indonesia terbitan LAI

"LAI" adalah singkatan dari "Lembaga Alkitab Indonesia". Lembaga ini adalah organisasi yang fokus pada menerjemahkan, menerbitkan, dan menyebarkan Alkitab (Kitab Suci Kristen) dalam bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah.

Cover Luar

Cover Dalam

Kata Pengantar

United Bible Societies (UBS) adalah sebuah organisasi internasional yang terdiri dari sekitar 150 Lembaga Alkitab dari berbagai negara yang bekerja sama untuk membuat Alkitab tersedia bagi semua orang. UBS berperan dalam penerjemahan, penerbitan, dan pendistribusian Alkitab, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung literasi Alkitab dan keterlibatan dengan firman Tuhan di seluruh dunia.

"The Greek New Testament" terbitan UBS (United Bible Society) adalah edisi kritis Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani Koine yang diterbitkan oleh United Bible Society. Edisi ini sering digunakan untuk studi dan penelitian Alkitab. Terbitan UBS ini dikenal dengan teks yang akurat dan kritik tekstual yang mendalam.


Alkitab TB2 merupakan pembaruan terhadap Alkitab Terjemahan Baru (TB) yang terbit pada 1974 dan dipersiapkan sejak awal 1950-an. Alkitab TB merupakan buah dari kebersamaan dan semangat oikumenis gereja-gereja di Indonesia, baik Protestan maupun Katolik. Pada hari Kamis (09/02/2023), LAI secara resmi meluncurkan Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2) bertepatan dengan HUT LAI yang ke 69. Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa terus berkembang, termasuk bahasa Indonesia. Beberapa kata atau kalimat yang ada di alkitab yang kita pakai sehari-sehari telah mengalami pergeseran makna sehingga perlu disesuaikan agar makna asli bahasa asli (Ibrani dan Yunani) tetap terjaga dan tersampaikan untuk generasi saat ini. LAI berharap Alkitab TB2 dapat lebih mudah dipahami karena mengikuti perkembangan Bahasa Indonesia saat ini.

***

Catatan Tentang Perjanjian Baru Yunani Terbitan LAI





***

Ayat yang tidak adalah dalam Perjanjian Baru Yunani Terbitan LAI

Ada ayat-ayat Alkitab yang tidak disertakan dalam Alkitab bahasa Inggris modern, sejalan dengan perkembangan Kritisisme Tekstual Alkitab dalam bahasa-bahasa kuno, meskipun tidak ada ayat yang ditambahkan. Berikut ini adalah daftar ayat Alkitab bahasa Inggris yang terdapat dalam Alkitab Versi Raja James namun tidak terdapat dalam terjemahan Alkitab setelah tahun 1881 yang dibuat berdasarkan Teks Alexandria. Misalnya, ayat-ayat ini tidak ada dalam teks utama versi New International Version (NIV); ayat-ayat tersebut hanya ditemukan dalam catatan kaki karena menurut "Kritik tekstual" terdapat perbedaan tekstual dalam berbagai manuskrip Alkitab. Namun terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang mengikuti Textus Receptus atau Teks Mayoritas (bercorak Teks Bizantin) memuat ayat-ayat tersebut, misalnya New King James Version dan New American Standard Bible. Perlu dicatat bahwa tidak ada dogma atau falsafah iman yang berbeda karena pengurangan atau penambahan varian-varian tersebut, karena materinya dapat ditemukan di bagian Alkitab yang lain.

Bart D. Ehrman menjelaskan bahwa sebagian ayat-ayat yang sangat terkenal dalam Perjanjian Baru bukan merupakan bagian teks asli dari manuskrip Perjanjian Baru. "Tambahan-tambahan itu sering ditemukan pada manuskrip Perjanjian Baru akhir abad pertengahan, tetapi tidak pada manuskrip dari abad-abad awal ini," katanya. Dan karena Alkitab King James berdasarkan manuskrip baru-baru ini, ayat-ayat tersebut "menjadi bagian tradisi Alkitab di tanah berbahasa Inggris."

***

Dalam Bibel / Alkitab bahasa Indonesia

Dalam versi bahasa Indonesia Terjemahan Baru (dan mayoritas versi lainnya dalam bahasa Indonesia), ayat-ayat di bawah ini tetap dicantumkan, tetapi dengan diberi tanda kurung (kecuali Yohanes 5:4 dan Kisah Para Rasul 24:7). Ayat-ayat tersebut, dalam Perjanjian Yunani Terbitan UBS terdeteksi tidak ada (dalam naskah yunaninya tidak memuat naskah tersebut, namun dalam Textus Receptus mungkin tercantum).

Peshitta adalah Kitab Suci PL dan PB Aramaik resmi Jemaat Assyria (Church of the East/CoE). Dari ribuan komunitas Kristen di seluruh dunia, komunitas ini lumayan unik karena di saat lainnya berpedoman pada Kitab PB Yunani, hanya mereka yang melestarikan naskah-naskah berbahasa Aram dan menjadikannya Kitab Kanonik mereka. Keunikan inilah yang merupakan kekuatan mereka. Mereka memiliki kitab dengan bahasa yang dipakai oleh Maran Yeshua dalam pengajaran-Nya (https://peshittaindonesia.org/). Beberapa contoh naskah dan terjemahan disertakan sebagai contoh.


"(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)" 
Alasan: Kalimat "Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, kuasa dan kemuliaan, sampai selama-lamanya, Amin" (doksologi) memang tidak terdapat dalam teks asli Doa Bapa Kami dalam bahasa Yunani di Injil. Doksologi ini adalah tambahan yang muncul kemudian dalam beberapa manuskrip Matius dan sering digunakan dalam tradisi Protestan.


"(Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"
Alasan: Ayat ini sangat mirip dengan Markus 9:29, tetapi tidak terdapat dalam Matius dalam א (tulisan tangan asli), B , θ, beberapa manuskrip Italic, Syriac, Koptik dan Ethiopia. Akan tetapi, ayat ini ditemukan di tempat ini dalam beberapa manuskrip Yunani yang tidak terlalu kuno – C , D , K, L – dan juga beberapa manuskrip lain dari versi kuno. Dipercayai bahwa ayat ini telah diserap dari Markus.

(Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)
Alasan: Ayat ini tidak ditemukan dalam א, B, L (tulisan tangan asli), θ, ƒ 1 , ƒ 13 , beberapa manuskrip Italic, Syriac, Koptik dan Georgia, dan sumber-sumber kuno seperti Kanon Apostolik, Eusebius, Jerome, dan lain-lain. Ayat ini ditemukan dalam beberapa sumber lain, yang tidak begitu kuno, seperti D, K, W, X, dan Vulgata Latin. Ayat ini tidak ditemukan dalam manuskrip mana pun sebelum abad ke-5. Menurut Bruze Metzger, "Tidak diragukan lagi bahwa kata-kata  [...] di sini palsu, karena dihilangkan oleh saksi-saksi paling awal yang mewakili beberapa jenis tekstual... [Ayat ini] jelas dipinjam oleh para penyalin dari Lukas 19:10."

(Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)

Alasan: Ayat ini sangat mirip dengan Markus 12:40 dan Lukas 20:47. Ayat ini sama sekali tidak ada dalam א,B,D,L,Z,θ, ƒ 1 , naskah Etiopia, Armenia, beberapa naskah Italik, Syria, dan Koptik, serta tulisan-tulisan beberapa Bapa Gereja awal. Ayat ini muncul sebelum ayat 13 dalam K,W, dan beberapa naskah minuscule Perjanjian Baru. Ayat ini muncul setelah ayat 13 dalam ƒ 13 , beberapa naskah Italik, Syria, dan Koptik. Fakta bahwa ayat ini tidak ada dalam sumber-sumber paling kuno dari berbagai jenis teks dan bahwa sumber-sumber yang memuat ayat ini tidak sepakat tentang penempatannya, serta fakta bahwa ayat ini merupakan pengulangan ayat-ayat yang ditemukan di tempat lain, menunjukkan "bahwa ayat 14 merupakan sisipan yang berasal dari paralel dalam Markus 12:40 atau Lukas 20:47".



(Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)

Alasan: Ayat ini hampir identik dengan ayat 4:9 dan 4:23. Ayat ini di sini tidak memiliki א,B,L,Δ (tulisan tangan asli), beberapa naskah Koptik. Ayat ini disertakan dalam manuskrip yang sedikit lebih kuno, A,D,K,W,ƒ 1 ,ƒ 13 , manuskrip Italic, Vulgata, beberapa versi kuno lainnya. Karena ayat ini tidak ada dalam sumber-sumber tertua namun identik dengan ayat-ayat yang masih ada, banyak penyunting tampaknya yakin untuk menghilangkan kemunculannya di sini.


(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

Kedua ayat ini identik dengan Markus 9:48.



Alasan: Baik ayat 44 maupun 46 merupakan duplikat dari ayat 48, yang masih ada dalam teks. Baik ayat 44 maupun 46 tidak terdapat dalam א,B,C,L,W,ƒ1, dan beberapa manuskrip versi kuno, tetapi muncul dalam sumber-sumber yang agak belakangan seperti A,D,K,θ, beberapa manuskrip Italic, dan Vulgata. Ada kemungkinan bahwa ayat 48 diulang oleh seorang penyalin sebagai epistrof, untuk gaya bahasa oratoris. Teks UBS memberikan penghilangan ini peringkat keyakinan A.


(Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)


Alasan: Ayat ini sangat mirip dengan Matius 6:15. Ayat ini muncul dalam Complutensian Polyglot dan sebagian besar edisi Textus Receptus, tetapi Erasmus menghilangkannya dan mencatat bahwa ayat ini hilang dari 'sebagian besar' manuskrip Yunani. Ayat ini tidak ada dalam א,B,L,W,Δ,Ψ, beberapa manuskrip Italic, Vulgate, Syriac, dan Coptic, serta versi Armenia dan Georgia. Edisi UBS memberikan peringkat kepercayaan A untuk penghilangan ayat ini.


(Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")


Alasan: Ayat ini mirip dengan Lukas 22:37. Ayat ini tidak muncul di sini dalam manuskrip Perjanjian Baru mana pun sebelum akhir abad ke-6.


(Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)


Alasan: Ada kemungkinan bahwa ayat ini merupakan pengulangan dari Matius 24:40. Bahkan King James Version meragukan ayat ini, karena menyediakan (dalam edisi asli tahun 1611 dan masih dalam banyak edisi berkualitas tinggi) catatan samping yang mengatakan, "Ayat ke-36 ini tidak ada dalam sebagian besar salinan Yunani." Ayat ini tidak ada dalam versi Tyndale (1534) dan Geneva Bible (1557). Di antara edisi-edisi utama Textus Receptus, ayat ini tidak muncul dalam edisi-edisi Erasmus (1516–1535), Aldus (1518), Colinaeus (1534), Stephanus edisi ke-1–3 (1546–1550), tetapi muncul dalam Complutensian (1514), margin edisi ke-4 Stephanus (1551), dan semua edisi Elzivir dan Beza (1565–1604). Dalam edisi-edisi Yunani konservatif modern, ayat ini juga dihilangkan dari teks utama PB Yunani Scrivener menurut Textus Receptus, dan dua edisi Teks Mayoritas. Ayat 36 disertakan dalam beberapa manuskrip Yunani berjenis teks Barat dan dalam manuskrip-manuskrip Latin Kuno dan Vulgata.


(Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.)
Alasan: Ayat yang sama atau ayat yang sangat mirip muncul (dan dilestarikan) sebagai Matius 27:15 dan sebagai Markus 15:6. Ayat ini diduga telah diasimilasi ke dalam Lukas pada waktu yang sangat awal. Akan tetapi, ayat ini tidak ada dalam Lukas dalam manuskrip-manuskrip awal seperti hlm. 75 (awal abad ke-3), A,B,K,L, versi Sahidik, manuskrip Bohairik, dan manuskrip Italik. Di sisi lain, ayat ini muncul dalam א,W,ƒ1,13, dan beberapa manuskrip Suryani dan Bohairik, yang menunjukkan bahwa asimilasinya ke dalam Lukas telah dimulai pada waktu yang cukup awal. Akan tetapi, D, versi Etiopia, dan beberapa manuskrip Italik dan Suryani menempatkan ayat ini setelah apa yang disebut ayat 18, yang selanjutnya dapat menunjukkan bahwa ayat ini merupakan sisipan dan bukan bagian dari teks pengarang. Moffatt menggolongkan ayat ini sebagai "sebuah penjelasan dan penjelasan yang harmonis." Ayat dalam Lukas berbeda dari konteks ayat-ayat serupa di Matius 27:15 dan Markus 15:6, di mana membebaskan seorang tahanan pada Paskah adalah "kebiasaan" atau "adat" Pilatus, dan di Yohanes 18:39 adalah adat orang Yahudi – tetapi dalam kemunculannya di Lukas itu menjadi suatu keharusan bagi Pilatus terlepas dari kebiasaan atau pilihannya, "untuk mematuhi hukum yang tidak pernah ada." Aland menekankan perbedaan di antara catatan Injil dan berkata, "Meskipun א membaca sisipan itu, bukti untuk  [...] kelalaian jauh lebih kuat."


Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.


Alasan: Yohanes 5:4, yang mengaitkan pengadukan air itu dengan malaikat, tidak ditemukan dalam semua manuskrip Yunani dan karenanya dianggap sebagai sisipan oleh beberapa sarjana. Hal itu tidak ada dalam beberapa manuskrip Yunani tertua dan paling dapat diandalkan, termasuk Codex Sinaiticus dan Alexandrinus. Ketidakhadiran ini menunjukkan bahwa ayat tersebut mungkin ditambahkan kemudian oleh para ahli Taurat untuk menjelaskan kepercayaan pada air yang menyembuhkan. Beberapa sarjana percaya bahwa itu adalah tradisi interpretatif yang ditambahkan dari waktu ke waktu, mungkin dimulai dalam terjemahan bahasa Latin

Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."



J. A. Alexander (1857) berpendapat, ayat ini, meskipun asli, dihilangkan oleh banyak penyalin, "karena tidak sesuai dengan kebiasaan untuk menunda baptisan, yang menjadi lazim, atau paling tidak sering dilakukan, sebelum akhir abad ke-3." Karenanya ayat ini tidak ditemukan dari mayoritas naskah Alkitab Bahasa Yunani. Namun ada di beberapa di antaranya, termasuk naskah E (abad ke-6). Kata-katanya dikutip oleh Irenaeus (~ tahun 180) dan Cyprian (~ tahun 250) dan dijumpai dalam "Old Latin" serta Vultaga. Dalam catatannya Erasmus menulis bahwa ia mengambil pembacaan ini dari marjin naskah 4ap dan memasukkannya ke dalam Textus Receptus.


(Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.)

Alasan: Meskipun ayat ini, atau sesuatu yang mirip dengannya, sudah cukup tua, ayat ini tidak muncul dalam manuskrip tertua, dan manuskrip yang memuatnya tidak konsisten dalam teksnya. Ayat ini sama sekali tidak muncul dalam א, A,B,E,L,P,Ψ, dan manuskrip lainnya, beberapa naskah Italic, Syriac, Coptic, Slavonic, manuskrip terbaik dari Vulgata Latin, dan versi lainnya, serta kutipan dari paragraf ini dalam Chrysostom.
Ayat tersebut sebagaimana yang muncul dalam KJV ditemukan dalam manuskrip Yunani yang kurang kuno (tulisan kursif, setelah abad ke-9) dan beberapa versi Italic, Syriac, Koptik, Armenia, Ethiopia, dan versi lainnya. Namun beberapa sumber lain yang sama tuanya, seperti kodeks C, dan beberapa tulisan kursif, mengubah satu kata sehingga ayat tersebut berbunyi, "Meskipun Silas berkenan, bahwa mereka harus tetap tinggal di sana."
Beberapa sumber lain, seperti Codex D (Codex Bezae) dan beberapa manuskrip Italic, memperpanjang ayat tersebut dengan akhiran, "dan Yudas bepergian sendirian"; dan beberapa manuskrip Italic dan Latin menambahkannya, "ke Yerusalem." Erasmus memberi anotasi pada ayat ini dengan komentar bahwa rujukan kepada Yudas tidak muncul dalam naskah Yunani mana pun yang diketahuinya.
Seperti yang dikatakan oleh FHA Scrivener, "Tidak diragukan lagi ayat ini merupakan tambahan yang tidak sah, dan memang dikutuk sendiri karena banyaknya variasinya.  [...] [Ayat ini pasti dimulai sebagai] catatan pinggir, yang dirancang untuk menjelaskan bagaimana  [...] Silas ada di dekat ayat 40, sehingga memudahkan Santo Paulus memilihnya sebagai teman perjalanan.
Ayat ini dihilangkan dari Versi Revisi dan sebagian besar versi modern, tetapi banyak versi mencantumkannya dalam catatan kaki.


Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami,

Alasan: Kata-kata ini tidak ditemukan dalam sumber-sumber tertua – p 74 ,א, A, B, P, beberapa minuscule, beberapa manuskrip versi Italic, Vulgate, Coptic, dan Georgia. Kata-kata ini ditemukan dalam sumber-sumber yang tidak setua itu – E,Ψ, beberapa minuscule (dengan banyak varian), beberapa manuskrip Italic, dan versi Armenia dan Ethiopia. Ketiadaan kata-kata ini dari sumber-sumber paling awal, dan beberapa variasi dalam sumber-sumber tempat kata-kata ini muncul, membuat pengecualian kata-kata ini mungkin tetapi tidak pasti (UBS menetapkan penghilangan tersebut dengan peringkat keyakinan hanya D). Sementara ayat 7 dihilangkan secara keseluruhan, bagian dari ayat 6 dan ayat 8 juga dihilangkan.


(Dan setelah Paulus berkata demikian, pergilah orang-orang Yahudi itu dengan banyak perbedaan paham antara mereka.)


Alasan: Ayat ini tidak ada dalam sumber-sumber tertua – p 74 , א, A,B,E,ψ, beberapa minuscule, beberapa manuskrip Italic, Vulgate, Syriac, Ethiopic, dan Coptic, dan versi Armenia dan Georgia. Ayat-ayat ini hanya muncul dalam sumber-sumber selanjutnya seperti P (abad ke-9) dan beberapa minuscule, dan beberapa manuskrip Italic. UBS memberikan penghilangan ayat ini peringkat keyakinan B. Erasmus dari Rotterdam, dalam mengerjakan Perjanjian Baru Yunani pertama yang dicetak dari banyak manuskrip, menyertakan catatan ini untuk ayat ini: "Saya tidak menemukan kata-kata itu dalam beberapa manuskrip lama."


(Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.)

Alasan: Ayat ini muncul dua kali dalam KJV dalam bab ini; sekali sebagai kesimpulan untuk ayat 20 dan sekali lagi sebagai ayat 24, yang merupakan kemunculan yang dihilangkan dari versi modern. Kemunculan pertama (sebagai bagian dari ayat 20) didukung dengan sangat baik oleh sumber-sumber kuno, termasuk p 46 , א, A,B,C,P,Ψ, dan beberapa versi kuno (meskipun beberapa menghilangkan 'Kristus' dan beberapa menghilangkan 'Amin'); pencantumannya dalam ayat 20 mendapat peringkat keyakinan UBS sebesar B. Namun, kemunculannya kembali sebagai ayat 24 tidak didukung dengan baik. Itu tidak muncul setelah ayat 23 dalam p 46 & 61 , א, A,B,C, beberapa minuscule dan beberapa sumber lain; Itu muncul dalam D,G,Ψ, minuscule 629 (walaupun G,Ψ, dan 629—dan keduanya kompilasi utama dari apa yang disebut Teks Mayoritas—mengakhiri Surat dengan ayat ini dan tidak mengikutinya dengan ayat 25–27) dan beberapa minuscule kemudian; P dan beberapa minuscule tidak menuliskannya sebagai ayat 24 tetapi memindahkannya ke bagian paling akhir dari Surat, setelah ayat 27. Westcott dan Hort mengatakan tentang kemunculan kembali sebagai ayat 24, "Kombinasi terakhir ini, yang hampir tidak berdasar pada otoritas apa pun, dan disebabkan oleh pencampuran yang terlambat, diadopsi oleh Erasmus dari bahasa Latin dan dilestarikan dalam 'Teks yang Diterima'." Ayat-ayat sebelum ayat 24, ayat 24 itu sendiri, dan ayat-ayat setelah ayat 24 menunjukkan banyak variasi dalam naskah-naskah yang masih ada. Sejarah singkat dari bagian ini adalah bahwa kesimpulan dari Surat Roma diketahui dalam beberapa versi yang berbeda: sekitar tahun 144, Marcion membuat perubahan radikal di akhir Surat Roma, menghentikannya dengan bab 14. Pada waktu yang hampir bersamaan orang lain membuat dalam naskah-naskah lain penambahan ayat 16:24 dan 16:25-27. meskipun ada berkat penutup pada 16:20 (yang tujuannya dikaburkan oleh salam yang ditambahkan pada 16:21-23). ​​Ini mengakibatkan proliferasi bacaan (setidaknya 15 permutasi berbeda di antara sumber-sumber yang bertahan). Karena ketidakhadirannya dari sumber-sumber tertua dan kebingungan tentang kemunculannya di beberapa sumber yang memuatnya, penghilangannya setelah ayat 23 mendapat peringkat kepercayaan UBS B. 


5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.


Eberhard Nestle, yang menulis di Jerman pada akhir abad ke-19, mengatakan, "Fakta bahwa itu [Comma Johanneum] masih dipertahankan bahkan dari pihak Protestan hanya menarik dari sudut pandang patologis." FHA Scrivener, yang biasanya dianggap sebagai pembela teks KJV, mengatakan tentang ayat ini, "Keaslian [ayat ini] mungkin tidak lagi dapat dipertahankan oleh siapa pun yang penilaiannya seharusnya memiliki bobot; namun hasil ini dicapai setelah kontroversi yang panjang dan berkesan, yang membantu menjaga, khususnya di Inggris, beberapa minat dalam studi Alkitab tetap hidup." UBS memberikan kelalaian ini peringkat keyakinan A. 

Para Bapa Gereja masa awal tidak menyebutkan ayat ini, bahkan ketika mengumpulkan ayat-ayat untuk mendukung Doktrin Trinitas. Ayat ini pertama kali muncul, bukan dalam manuskrip Perjanjian Baru, tetapi dalam Pengakuan Iman abad kelima, dan setelah itu disamakan ke dalam manuskrip Vulgata Latin, tetapi (karena kurangnya dukungan dokumenter Yunani) dihilangkan dari dua edisi cetak "Textus Receptus" pertama dari Perjanjian Baru (yaitu yang diedit oleh Erasmus, 1516 dan 1519), serta beberapa edisi Textus Receptus awal lainnya, seperti Aldus 1518, Gerbelius 1521, Cephalius 1524 dan 1526, dan Colinaeus 1534. Stephanus (Robert Estienne), dalam Editio Regia yang berpengaruh pada tahun 1550 (yang merupakan edisi model Textus Receptus di Inggris), adalah orang pertama yang menyediakan peralatan yang menunjukkan varian bacaan dan menunjukkan ayat ini kurang dalam Tujuh manuskrip Yunani. Martin Luther menolak ayat ini sebagai pemalsuan dan tidak memasukkannya dalam terjemahan Alkitab bahasa Jerman saat ia masih hidup – ayat ini dimasukkan ke dalam teks oleh orang lain setelah kematiannya. Tanda koma pertama kali muncul dalam teks utama manuskrip Perjanjian Baru Yunani tidak lebih awal dari abad ke-15.


***

Ending Panjang dan Pendek dalam Penutupan / Akhir Kitab Markus

Injil Markus memiliki dua ending yang dikenal, yaitu ending pendek (Markus 16:8) dan ending panjang (Markus 16:9-20). Ending pendek berakhir dengan perempuan-perempuan itu yang meninggalkan kuburan karena takut dan tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun. Ending panjang menambahkan cerita tentang Yesus yang menampakkan diri kepada Maria Magdalena, dan kemudian kepada murid-murid lainnya, serta memberikan perintah untuk beritakan Injil kepada seluruh dunia.


***

Perjanjian Baru Yunani-Indonesia (Lembaga Alkitab Indonesia / LAI 2000)

Wikipedia-English

Wikipedia-Indonesia 

https://alkitab.sabda.org/home.php

https://peshittaindonesia.org/injil/