Rabu, 08 Juli 2015

Conscript : Aksara Wansagraf - 1




WANSA-GRAF ADAlah seBUAH AKSARA BUATan YANG IDEnya diKEM-BANGkan DARI SANDI KOTAK. DENGAN WANSA-GRAF, KATA KATA BAHASA INDO-NESIA DAPAT diTULIS DENGAN CARA YANG MIRIP AKSARA KOREA NAMUN meMILIKi TAM-PILan YANG MIRIP AKSARA CINA

Konsep Wansagraf Bagian 1 - Wansagraf dan Sandi Kotak


Tentang Sandi Kotak

Salah satu macam Sandi yang dikenal dalam Gerakan Pramuka adalah Sandi Kotak. Sandi ini adalah sandi yang paling terkenal setelah Sandi Morse. Sandi Kotak dibuat dengan menyusun huruf-huruf latin ke dalam ruang yang terbentuk dari garis-garis yang di saling silangkan, lalu mengambil bentuk ruang tempat huruf diletakkan tersebut untuk mewakili huruf yang terkait.

Sandi Kotak yang dikenal ada 3 macam, walaupun tidak dibatasi hanya segitu. Ilustrasinya dari ketiga macam Sandi Kotak itu dapat dilihat dari beberapa gambar di bawah ini.







Penyesuaian di Wansagraf

Wansagraf menggunakan konsep yang mirip dengan Sandi Kotak II, dimana setiap ruang diisi dengan 3 (tiga) huruf, bahkan ke depannya mungkin direncanakan hingga 4 (empat) huruf. Setiap huruf yang berada dalam ruang yang sama, memiliki bentuk yang sama (sesuai dengan bentuk ruangnya) namun memiliki "dekorasi" atau penanda yang berbeda. Susunan huruf pada Wansagraf saat ini adalah seperti terlihat pada gambar berikut:



Perbedaan susunan huruf pada Wansagraf dengan Sandi Kotak, selain urutan hurufnya, adalah bahwa di Wansagraf hanya konsonan saja yang disusun dalam ruang-ruang tersebut. Terlebih lagi, beberapa konsonan yang dalam Bahasa Indonesia harus ditulis dengan dua huruf, dalam Wansagraf dianggap satu huruf, semacam Ng, Ny, dan Kh. Ke depannya direncanakan akan menampung huruf yang lain, semacam Dh, Bh, Sh, Sy, Ps, dll.

Pengelompokan Huruf Konsonan

Berdasarkan urutan huruf di tiap ruangnya, maka konsonan dalam Wansagraf dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:
  1. Konsonan Primer, yang terdiri dari: F, H, L, N, S, K, M, Ng, dan R. Jenis ini ditandai dengan tiadanya dekorasi. Kelompok ini "dianggap" sebagai konsonan yang lebih pas atau sering untuk ditempatkan di belakang suku kata setelah huruf vokal.
  2. Konsonan Sekunder, yang terdiri dari: B, C, J, D, P, G, Y, T, dan W. Jenis ini ditandai dengan dekorasi berupa dua buah garis pendek sejajar miring ke kanan. Kelompok ini "dianggap" sebagai konsonan yang kurang pas untuk ditempatkan di belakang suku kata setelah huruf vokal.
  3. Konsonan Tersier, yang saat ini terdiri dari: Ny, Kh, Z, V, Q, dan X. Jenis ini ditandai dengan dekorasi berupa dua buah garis pendek yang saling berhadapan. Kelompok konsonan yang jarang dipakai dan serapan bahasa asing.
  4. Konsonan Kuarterner, yang saat ini belum dipakai. Jenis ini ditandai dengan dekorasi berupa dua buah garis pendek sejajar miring ke kiri. Kelompok konsonan serapan bahasa asing yang sangat sangat jarang digunakan.
Letak atau posisi dekorasi pada konsonan secara default adalah di tengah-tengah huruf, namun boleh dituliskan di atas, di bawah, atau di samping (untuk kondisi tertentu) tergantung dari bentuk hurufnya.

Berikut ini gambar dari konsonan-konsonan Wansagraf dalam bentuk normal atau stand-alone:









Pengelompokan huruf konsonan juga dapat berdasarkan pada posisinya dalam "kotak ruangan" pembentuknya. Dengan cara ini maka konsonan yang ada di bagian atas disebut sebagai kelompok Konsonan Atas, meliputi F, B, H, C, Ny, L, J dan Kh. Konsonan di bagian bawah dikelompokkan dalam Konsonan Bawah, meliputi M, Y, Ng, T, R, W dan X. Serupa dengan itu, ada juga kelompok Konsonan Kiri yang meliputi huruf F, B, N, D, Z, M dan Y. Sedangkan kelompok Konsonan Kanan meliputi L, J, Kh, K, G, Q, R, W dan X. Kelompok konsonan yang di tengah dibagi menjadi Konsonan Tengah Tegak (H, C, Ny, S, P, V, Ng dan T) dan Konsonan Tengah Datar (N, D, Z, S, P, V, K, G dan Q).

Selain itu kelompok yang berdasakan posisi tersebut masih dapat dispesifikkan lagi menjadi kelompok Konsonan Kiri Atas (F dan B), Konsonan Atas Tengah (H, C dan Ny), Konsonan Kanan Atas (L, J dan Kh), Konsonan Kiri Tengah (N, D dan Z), Konsonan Pusat (S, P dan V), Konsonan Kanan Tengah (K, G dan Q), Konsonan Kiri Bawah (M dan Y), Konsonan Bawah Tengah (Ng dan T), dan Konsonan Kanan Bawah (R, W dan X).

Jangan tanya kenapa kok urutan huruf-nya seperti itu... alasannya tersebar dalam rentang waktu lebih dari satu dekade (dari tahun 1995). Yang jelas untuk konsonan primer dan sekunder udah terlanjur urutannya seperti itu, namun utk konsonan tersier dan kuarterner msh ada kemungkinan berubah urutannya. Konsonan primer itu konsepnya adalah konsonan yg lebih sering diletakkan sebagai huruf mati di belakang suku kata (setidaknya menurut saya dulu), seperti cheF, caH, baL, baN, kuS, saK, kuM, ciNG, ruM. Konsonan sekunder adalah konsonan yg lebih sering di depan suku kata (setidaknya menurut saya dulu, hehe..), seperti: Bas, Cor, Jek, Don, Pul, Gun, Mal, Tur, Wis. Konsonan Tersier dan Kuarterner adalah yg jarang digunakan.

Sumber :

1 komentar:

  1. Mmm... Agak sulit menurut saya. Saya juga menciptakan aksara mallokay yang tercipta asal muasal setelahnya aksara Jawa dan aksara Thai. Tapi Bagus sekali pemikirannya.

    BalasHapus